← Back

Data Engineering

Kumpulan pengalaman nyata di bidang Data Engineering - mulai dari membangun pipeline, migrasi data warehouse, hingga memimpin tim dan membangun platform data skala industri.

📌 Catatan: Semua gambar pada halaman ini hanya ilustrasi — bukan tangkapan layar dari dashboard atau arsitektur nyata. Semoga masih mewakili apa yang sudah saya buat.
Data engineering platform overview — cross-industry pipeline patterns

Overview of cross-industry data engineering patterns covered in these use cases

Use Cases

Scalable Data Collection untuk HORECA Market

The Story

Sektor HORECA — hotel, restoran, dan kafe — menyimpan data komersial yang sangat besar, tapi tidak ada yang tersedia via API resmi. Tim bisnis butuh coverage pasar yang komprehensif, dan cepat. Saya merancang sistem web crawling terdistribusi menggunakan Python dan Selenium, dijalankan secara paralel di banyak device dengan multi-threading. Data langsung masuk ke PostgreSQL dengan skema konsisten dan deduplication. Yang sebelumnya memakan berhari-hari kini selesai dalam hitungan jam. Hasilnya — CSV bersih dan terstruktur — langsung masuk ke workflow tim canvassing.

Dalam industri agritech (HORECA), pengumpulan data cepat dan masif diperlukan, dengan sumber data tersebar dan tanpa API resmi.

📊 Impact

  • Waktu collection berkurang drastis (hari → jam)
  • Coverage HORECA meningkat
  • Canvassing tim bisnis lebih cepat
  • Peluang automation pipeline & analytics ke depan

🧩 Tech Stack

Python, Selenium, Threading/Concurrent Execution, PostgreSQL, CSV Export Pipeline

⚡ Problem Statement

  • Kumpulkan data bisnis HORECA cepat
  • Jaga konsistensi & kualitas data
  • Scale up tanpa bottleneck perangkat
  • Hasil output siap dipakai (CSV / database)

🧠 Solution Overview

  • Python + Selenium untuk crawling website dinamis
  • Multi-threading + multi-device execution untuk scaling
  • PostgreSQL sebagai centralized data store
  • CSV export pipeline untuk operasional

🏗️ Architecture

  1. Data Crawling Layer: Selenium WebDriver + penanganan AJAX/lazy load
  2. Strategi Konkurensi: multi-thread & partisi task multi-device
  3. Data Pipeline: simpan hasil ke PostgreSQL, skema untuk field bisnis
  4. Export Layer: output CSV untuk canvassing & analitik

🔥 Challenges & Solutions

  • Anti-bot & dynamic content: delay adaptif, random interaction, scroll simulation
  • Performance: multi-threading + horizontal multi-device
  • Consistency: data validation + unique constraint di PostgreSQL
  • Reliability: retry mechanism + logging

Optimasi Data Pipeline & Pengurangan Biaya

Optimalkan pipeline data di Agritech untuk mengurangi biaya dan meningkatkan performance.

📊 Impact

  • Cost reduction hingga ~45%
  • Query performance meningkat signifikan
  • Arsitektur lebih scalable dan maintainable
  • Unnecessary compute/storage berkurang

🧩 Tech Stack

Python, BigQuery, Fivetran, Apache Airflow, Advanced SQL

⚡ Problem Statement

  • Cost BigQuery meningkat tanpa kontrol
  • Redundant pipeline & scheduled query
  • Overuse real-time ingestion (tidak semua butuh 5 menit)
  • Query tidak optimal (scan data besar tanpa filtering/clustering)

🧠 Solution Strategy

  • Data usage audit dengan query BigQuery INFORMATION_SCHEMA
  • Segmentasi pipeline: real-time (kritis) vs batch (non-kritis)
  • Optimasi BigQuery: partitioning, clustering, pre-aggregation
  • Menghapus redundant scheduled query dan meningkatkan SQL efficiency

🏗️ Architecture

  1. BigQuery sebagai warehouse utama
  2. Fivetran untuk tabel critical (operational dashboard)
  3. Airflow + Python untuk batch pipeline non-critical
  4. Monitoring dan cost control dengan query usage dan alerts

🔥 Challenges & Solutions

  • Cost BigQuery & storage tanpa governance
  • Redundant query dan workflow overlap
  • Pipeline yang tidak scalable karena fokus kecepatan di awal

Migrasi Data Warehouse ke Hadoop Ecosystem

Saya memimpin sebagai Lead Data Engineer dalam proyek migrasi dari Oracle Data Warehouse ke Hadoop Ecosystem di salah satu industri laboratorium terbesar di Indonesia, tanpa mengganggu alur analitik yang sudah berjalan.

📊 Impact

  • Migrasi data warehouse ke Hadoop berhasil tanpa data loss
  • Query performance meningkat untuk large-scale processing
  • Lebih efisien dari sisi storage & compute
  • Data lineage & governance lebih terstruktur
  • Fondasi kuat untuk future data platform (analytics & ML)

🧩 Tech Stack

Oracle Database, Hadoop (HDFS), Hive, Parquet, Oozie, Sqoop/NiFi

⚡ Problem Statement

  • Menjaga konsistensi hasil query antara Oracle dan Hive
  • Meng-convert complex SQL termasuk cube logic
  • Membangun pipeline yang reliable dari source ke Hadoop
  • Memastikan data valid di setiap layer (staging → curated → cube)
  • Menyediakan data lineage & dokumentasi yang jelas

🧠 Solution Overview

  • Extract data dari Oracle, load ke HDFS dalam format Parquet
  • Rebuild query logic di Hive dari Oracle SQL
  • Orkestrasi pipeline menggunakan Oozie
  • Validasi data via automated QA checks di setiap layer
  • Dokumentasi lineage dan struktur data secara menyeluruh

🏗️ Architecture

  1. Data Ingestion Layer: Sqoop/custom tool → HDFS (Parquet, landing zone) untuk optimasi storage & query performance
  2. Transformation Layer: Convert Oracle SQL → Hive SQL (aggregation, joins, cube queries)
  3. Pipeline Orchestration: Oozie untuk scheduling, dependency management, dan workflow automation
  4. Data Validation & QA: Row count, aggregation check, perbandingan Oracle vs Hive di setiap layer
  5. Data Lineage & Documentation: Source → transformasi → output, mapping tabel & field, dependency antar dataset

🔥 Challenges & Solutions

  • Perbedaan SQL dialect Oracle vs Hive: rewrite manual + pattern-based conversion + validasi aggregation
  • Volume data besar: Parquet format + optimasi partitioning strategy di Hive
  • Konsistensi data: QA checks di setiap layer, bukan hanya di output akhir
  • Pipeline reliability: Oozie dependency & retry handling + logging untuk traceability

Membangun Tim Data Engineering dari Nol

Dalam fase scaling di industri agritech, saya memimpin pembangunan kapabilitas Data Engineering internal - mentransformasi 5 System Analyst menjadi Data Engineer produktif, sambil memastikan operasional tetap berjalan tanpa gangguan.

📊 Impact

  • Berhasil membentuk tim Data Engineering dari nol
  • Pipeline data mulai terstruktur dengan pendekatan Medallion Architecture
  • Operasional tetap berjalan tanpa gangguan besar
  • Kapabilitas individu dalam tim meningkat secara signifikan
  • 🏆 Highlight: Semua anggota tim yang dibina berhasil diterima sebagai Data Engineer di perusahaan berikutnya - bukti nyata efektivitas sistem mentoring dan skill yang dibangun

🧩 Tech & Concepts

Data Engineering Fundamentals, Medallion Architecture (Bronze & Silver), Data Pipeline Design, Data Quality Validation, Schema Migration Handling, Mentoring & Team Building

⚡ Problem Statement

  • Belum ada tim Data Engineering yang dedicated
  • 5 System Analyst dengan exposure data yang terbatas
  • Kebutuhan data pipeline, kualitas, dan governance terus meningkat
  • Tim harus tetap support operational data changes di tengah tekanan tinggi

🧠 Approach

  • Learning by Doing 70:30 - 70% project-based, 30% fundamental knowledge
  • Structured Knowledge Validation dengan pre-test & post-test untuk ukur improvement yang nyata
  • Implementasi Medallion Architecture (Bronze & Silver Layer) untuk standarisasi pipeline
  • Dual role: Data Engineering + Data Operations - balancing pipeline build & operational support
  • Mentoring intensif dengan use case nyata, bukan teori

🏗️ Architecture & Responsibilities

  1. Bronze Layer: raw data ingestion dengan minimal transformation (landing zone)
  2. Silver Layer: cleaned & structured data, siap untuk downstream usage (analytics & reporting)
  3. Pipeline Design: standarisasi alur ingestion → transformation → validation
  4. Schema Migration Handling: up/down migration & data correction untuk support perubahan dari sisi aplikasi
  5. Data Quality Validation: layer-based checks dari Bronze ke Silver

🔥 Key Challenges & Solutions

  • Skill Gap (System Analyst → Data Engineer): diatasi dengan hands-on project, mentoring intensif, dan use case nyata
  • Context Switching (Operational vs Engineering): diatasi dengan prioritas task yang jelas dan pembagian fokus dalam tim
  • Data Quality di Lingkungan Dinamis: diatasi dengan validasi berbasis layer dan standarisasi pipeline

Industrial Data Platform untuk Operasi Pertambangan

Di industri pertambangan, operasional sangat bergantung pada data real-time dari sistem SCADA. Saya membangun data platform end-to-end berbasis Hadoop ecosystem untuk mengintegrasikan data dari berbagai sumber dan menyediakan analytical cube yang mendukung decision making operasional.

📊 Impact

  • Integrasi data SCADA, streaming, dan eksternal dalam satu platform terpusat
  • Insight terhadap faktor penurunan produksi (dampak cuaca)
  • Identifikasi violation & driver fatigue menjadi lebih terstruktur dan actionable
  • Fondasi data platform yang solid untuk industrial analytics ke depan

🧩 Tech Stack

Apache NiFi, Apache Kafka, Hadoop (HDFS), Hive, SCADA Integration, BMKG API, Analytical Cube Design, Virtual Machine Infrastructure

⚡ Problem Statement

  • Data tersebar di banyak sumber: SCADA, Kafka streaming, API eksternal, dan data cuaca BMKG
  • Belum ada integrasi untuk analisa dan decision making
  • Perlu mendukung use case operasional: violation analysis, driver fatigue monitoring, dampak cuaca terhadap produksi
  • Sistem harus tetap stabil di environment terbatas (VM + isolated infrastructure)

🧠 Solution Overview

  • Unified ingestion via Apache NiFi: consume Kafka topics, pull API data, routing & lightweight transformation
  • Centralized storage di HDFS (Hadoop vanilla) dengan deployment pada Virtual Machine
  • Data modeling dalam bentuk analytical cube per use case operasional
  • Pipeline orchestration berfokus pada reliability dan flexibility di environment terbatas

🏗️ Architecture

  1. Data Sources: SCADA (conveyor metrics), Kafka (streaming events), BMKG (curah hujan), API operasional
  2. Ingestion Layer: Apache NiFi sebagai unified ingestion — centralized control, multi-source, mudah monitoring
  3. Storage Layer: HDFS di atas Hadoop vanilla dalam isolated VM architecture
  4. Processing & Modeling: Analytical cube untuk Violation Analysis (deteksi pelanggaran dari sensor & event data)
  5. Processing & Modeling: Analytical cube untuk Driver Fatigue Monitoring (pola aktivitas driver + event data)
  6. Processing & Modeling: Analytical cube untuk Weather Impact Analysis (korelasi curah hujan dengan penurunan produksi)

🔥 Key Challenges & Solutions

  • Multi-source integration: centralisasi ingestion di NiFi dengan standarisasi flow data
  • Real-time vs Batch combination: Kafka untuk streaming, API untuk batch, unified dalam satu pipeline
  • Resource limitation (VM-based Hadoop): optimasi storage & processing, prioritasi pipeline critical
  • Data correlation multi-domain (SCADA + cuaca + operasional): data modeling berbasis use case dengan join lintas domain

🧠 AI Pipeline & LLM

Sedang Dipelajari

Membangun retrieval pipeline dan infrastruktur data siap AI — perluasan natural dari data engineering ke ekosistem LLM.

RAG (Retrieval-Augmented Generation)

Arsitektur pengambilan konteks untuk output LLM yang akurat

Vector Database

Penyimpanan & pencarian embedding (Qdrant, ChromaDB)

Text Chunking Strategy

Strategi pemecahan dokumen untuk kualitas retrieval optimal

Embedding Pipeline

Transformasi teks ke vektor untuk semantic search

LLM Integration

Menghubungkan pipeline data ke model bahasa (Ollama, OpenAI)

Untuk kembali ke profil, klik di sini.